<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948</id><updated>2011-07-20T00:10:22.258-07:00</updated><title type='text'>Padi adalah sumber kehidupan dan kesejahteraan bangsa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-5660655888934950730</id><published>2009-05-28T05:58:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T05:59:09.406-07:00</updated><title type='text'>KENDALA EKSPOR BERAS</title><content type='html'>Ternyata tidak mudah untuk mewujudkan ekspor beras. Kesungguhan pemerintah untuk mulai mengekspor beras kualitas premium ternyata terbentur banyak kendala. Meskipun sudah ada 9 perusahaan yang sudah memperoleh rekomendasi melakukan ekspor, namun diperkirakan tidak semuanya bisa merealisasikan ekspor dalam waktu dekat. Oleh karena itu target ekspor beras sebanyak 100.000 ton diperkirakan tidak akan tercapai, bahkan mungkin gagal terealisasi.&lt;br /&gt;Salah satu kendala terberat adalah harga beras premium di pasar internasional yang tidak begitu kompetitif. Di pasar dunia beras premium saat ini berada pada kisaran harga 400 dollar AS per ton atau sekitar Rp 4.320 per kilogram. Padahal harga beras di pasar lokal saat ini berkisar antara Rp 4.000 – Rp 5.000 per kilogram sehingga margin keuntungan yang diperoleh pedagang sangat tipis. Tipisnya keuntungan ini yang membuat banyak pengusaha harus berpikir seribu kali untuk melakukan ekspor beras.&lt;br /&gt;Kendala lain yang dihadapi adalah kompetisi yang cukup ketat dengan negara produsen beras lain, seperti: Thailand dan Vietnam. Kedua negara itu selama ini telah menjadi negara ekportir beras yang menguasai pasar dunia sehingga peluang Indonesia untuk memasuki celah pasar dunia relatif tipis. Apalagi kedua negara itu selama ini juga sudah bermain di segmen pasar beras premium.&lt;br /&gt;Oleh karena itu ada usulan agar Indonesia menciptakan segmen pasar sendiri berupa beras aromatik. Beras jenis ini cukup prospektif dikembangkan dan peluang pasar dunia juga lebih terbuka dibandingkan beras premium.&lt;br /&gt;Semua kendala yang dihadapi kita harapkan tidak membuat surut langkah pihak-pihak yang telah mempersiapkan ekspor beras, karena ekspor beras kali ini memiliki makna yang lebih luas dari sekedar menjual beras ke luar negeri.&lt;br /&gt;Langkah ekspor beras ini seharusnya tidak hanya dilihat dari aspek bisnis semata, tetapi juga harus dilihat dari aspek kebanggaan nasional. Mengubah status sebagai negara pengimpor beras terbesar menjadi pengekspor beras tentu akan memberi kebanggaan tersendiri bagi bangsa dan rakyat. Bagi sektor pertanian nasional hal ini juga akan memberi suntikan semangat baru berupa bukti prestasi luar biasa di bidang produksi beras. Diharapkan prestasi ini bisa menjadi contoh sub sektor lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-5660655888934950730?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/5660655888934950730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=5660655888934950730' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/5660655888934950730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/5660655888934950730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2009/05/kendala-ekspor-beras.html' title='KENDALA EKSPOR BERAS'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-1030278671157698183</id><published>2009-05-26T05:37:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T05:38:48.590-07:00</updated><title type='text'>Solusi Dasar Masalah Pangan 2035</title><content type='html'>Dengan tingkat konsumsi perkapita seperti sekarang ini, 135 kg per kapita per tahun, pada tahun 2035 kita membutuhkan sekitar 50 juta ton beras. Artinya kita membutuhkan sawah dengan produktivitas rata-rata 5 t/ha GKG seluas 11 juta ha.&lt;br /&gt;Kendala peningkatan produksi&lt;br /&gt;Penambahan areal sawah sangat sulit dilakukan.&lt;br /&gt;Suplai air juga semakin berkurang. Usaha-usaha melalui penelitian dan manajemen untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan air menjadi sangat krusial pada masa mendatang karena terjadi kompetisi antara pertanian dan non pertanian.&lt;br /&gt;Sistem pertanian kita semakin gurem sehingga perlu ada reorganisasi pertanian agar petani dapat bekerja pada skala yang lebih ekonomis.&lt;br /&gt;Sulit meningkatkan produktivitas dari 4.6 t/ha GKG. Kalau dibandingkan dengan negara lain produktivitas petani Indonesia sudah cukup tinggi.&lt;br /&gt;Hambatan dari luar pertanian dengan adanya global warming, seperti kebanjiran, kekeringan, ledakan hama dan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi pokok yang perlu dilakukan&lt;br /&gt;Mengurangi konsumsi beras per kapita sehingga pada tahun 2035 konsumsi dapat ditekan 60% (atau 2%/tahun). Harus ada keberanian Pemerintah membiarkan harga beras relative tinggi dibandingkan harga pokok lain. Dengan kata lain pengurangan konsumsi beras harus diiringi dengan diversifikasi ke produk non beras. Hal ini berarti diperlukan inovasi-inovasi pengolahan dan penyajian produk pangan non beras agar lebih bergizi, bergengsi, dan lebih murah.&lt;br /&gt;Nilai absolut pertambahan penduduk Indonesia masih besar walaupun pertumbuhannya sudah menurun. Oleh karena itu usaha-usaha untuk mengurangi pertambahan penduduk harus lebih digiatkan sampai mendekati zero growth.&lt;br /&gt;Dengan dua pendekatan ini tekanan terhadap peningkatan produktivitas dan perluasan areal panen menjadi lebih berkurang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-1030278671157698183?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/1030278671157698183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=1030278671157698183' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/1030278671157698183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/1030278671157698183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2009/05/solusi-dasar-masalah-pangan-2035.html' title='Solusi Dasar Masalah Pangan 2035'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-1414617255507754960</id><published>2008-09-08T08:13:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T08:16:49.492-07:00</updated><title type='text'>MENELUSURI PADI ”SUPER TOY” YANG BIKIN HEBOH</title><content type='html'>Dari berbagai media cetak varietas padi “super toy” diberitakan dapat menghasilkan 14,6 t/ha gabah kering panen (GKP) pada panen pertama; 19 t/ha pada panen kedua (ratun pertama), dan panen ketiga (ratun kedua) 11,2 t/ha, sehingga total hasil mencapai 45 t/ha GKP. Varietas tersebut ‘ditemukan’ oleh Centra for Food Energy and Water Studies atau Cefews,  sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di bawah naungan Gerakan Indonesia Bersatu (GIB). Varietas tersebut mempunyai tinggi 1,5-1,7 m.  Menurut berita tersebut Varietas Supertoy ada 4 jenis yaitu Supertoy HL 1, Supertoy HL 2 dan Supertoy HL 3 untuk lahan berpengairan teknis, sedangkan ‘Kencono Wungu’ untuk lahan berpengairan terbatas (setengah teknis). Varietas tersebut diuji coba di Desa Grabag, Kabupaten Purworejo, seluas 103 ha.&lt;br /&gt;Hasil gabah kering yang diberitakan ternyata juga merupakan hasil perhitungan teoritis dari bobot per malai atau rumpun seperti tercantum dalam proposal yang mereka ajukan. Satu malai dengan 180 butir bobotnya 11,3 gram, yang berarti bobot 1000 butirnya 62,7 gram. Hal yang mustahil. Dalam perhitungannya setiap m2 berisi 9 titik =18 rumpun dengan bobot gabah 220 gram/2 rumpun, sehingga dalam 1 m2 diperoleh 1980 gram, dibulatkan menjadi 2 kg/m2, dan dalam 1 ha diperoleh 20000 kg atau 20 ton. Masih dikurangi penyusutan 5% tinggal 19 ton, dan dikurangi karena kehampaan 20%, menjadi 15,2 ton. Dalam kenyataannya hasil yang diperoleh dari ubinan hanya sekitar 3,2 – 3,5 t/ha.&lt;br /&gt;Pada tanggal 17 April 2008 padi Supertoy di Desa Grabag ”dipanen” oleh Bapak Presiden RI dan dihadiri oleh sejumlah menteri. Panen oleh pejabat dilakukan tanpa melakukan ubinan untuk mengetahui perkiraan hasil dari varietas yang dipanen. Selanjutnya, pada hari Minggu 20 April 2008, pelaksanaan ubinan ‘Supertoy’di Desa Grabag dilakukan oleh petugas, disaksikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purworejo dan staf. Dari tiga lokasi ubinan dengan luas masing-masing 2 m x 5 m (90 rumpun) menghasilkan 3,2 sampai 3,5 kg gabah kering panen. Hasil ubinan tersebut menunjukkan bahwa hasil per hektarnya hanya 3,2 sampai 3,5 t/ha gabah kering panen, jauh lebih rendah dari apa yang diberitakan sebelumnya 14,6 t/ha.&lt;br /&gt;Pada bulan-bulan sebelumnya, berawal dari kunjungan ke areal pengujian di desa Grabag yang baru tanam ‘Supertoy’ dengan bibit berumur lebih dari satu bulan, telah diduga oleh salah satu pemulia padi Dr. Buang Abdullah bahwa ‘Supertoy’ adalah varietas padi lokal. Beliau bertemu dengan orang tua Sdr. Tuyung Supriyadi, ”penemu” varietas Supertoy. Di rumah Sdr.Tuyung diperlihatkan malai-malai ‘Supertoy’yang ternyata mirip malai Rojolele. Dugaan semakin kuat bahwa ’Supertoy’ adalah Rojolele setelah melihat pertanaman ’Supertoy’ yang sedang dipanen dan di sebelahnya ada tanaman ratun. Tanaman tinggi, daun hijau muda terkulai, leher malai panjang berwarna keunguan, gabah sedang, berbulu, dan beras wangi.&lt;br /&gt;Informasi dari salah satu anggota kelompok Tuyung menyebutkan bahwa ‘Supertoy’ adalah hasil perkawinan Rojolele dengan Pandanwangi. Informasi ini juga dapat dilihat pada ”Proposal” yang diajukan oleh Sdr. Tuyung Supriyadi (terlampir) bahwa varietas  Supertoy adalah perkawinan antara Rojolele dan Pandanwangi. Namun dengan cara yang mereka sebut sebagai ”teknologi pengawinan air, yang diikuti dengan teknologi hormon dan enzim”. Dengan teknik tersebut, benih varietas Rojolele dan Pandanwangi direndam selama 144 jam dan selanjutnya diperam selama 12 jam, lalu ditanam secara acak, dan pada umur 30 hari, bibit dicabut dan diikat, lalu akar bibit dicuci dengan air yang sudah diberi hormon Auxin, sitokinin, giberelin, lisin, dan enzim Jalasutera. Selanjutnya bibit yang akarnya sudah bersih, ditanam pada lahan yang telah mengandung jamur Gliocladium. Dari cara penanaman seperti ini akhirnya diperoleh varietas yang disebut Supertoy. Dalam sejarah pemuliaan tanaman cara penyilangan seperti itu baru kami dengar dan sangat sangat tidak masuk akal. Penanaman berdampingan dua varietas tanaman menyerbuk sendiri yang berbeda dan berumur berbeda, juga sangat mustahil akan terjadi persilangan. Persentase penyerbukan silang (outcrossing) pada padi (tanaman menyerbuk sendiri) hanya sekitar 0,05%, itupun apabila kedua tanaman tersebut berbunga bersamaan. Apalagi dalam waktu yang relatif singkat telah diperoleh varietas Supertoy yang dalam kenyataan sebenarnya adalah varietas Rojolele yang menyerbuk sendiri. Dalam proses pemuliaan padi, untuk mendapatkan suatu varietas melalui hibridisasi atau perkawinan diperlukan waktu minimal 5 sampai 15 tahun.&lt;br /&gt;Observasi visual pertanaman yang siap dipanen (bulirnya menguning/fase generatif) di Grabag, varietas ‘Supertoy’ juga menunjukkan sifat-sifat varietas lokal Rojolele, tanaman tinggi (± 1,7 m), sehingga di lokasi yang subur tanaman rebah sehingga beberapa rumpun diikat untuk menjaga supaya tetap tegak, daun panjang terkulai, tangkai malai panjang berwarna keunguan, malai panjang tapi gabah jarang, gabah sedang/agak bulat dan berbulu.  Jumlah anakan produktif  per rumpun di lahan kurang subur 10–15 batang, di lahan subur 20-23 batang (ditanam 2-5 bibit per rumpun), jumlah gabah per malai 126-186. Tanaman sedang dalam masa panen, berumur kurang lebih 5 bulan (150 hari dari semai) atau 4 bulan (120 hari dari tanam).&lt;br /&gt;Pemberitaan di Kedaulatan Rakyat Minggu Pon, 20 April 2008 dengan judul ”Super Toy Perpaduan Rajalele dan Pandanwangi”, menyebutkan bahwa padi ini disilangkan melalui ”teknologi enzim” dilakukan dengan pencucian akar, seperti yang telah disebutkan di atas.  Informasi lebih lanjut bahwa penyilangan dilakukan dengan menanam kedua tetua (Rojolele dan Pandanwangi) ditanam berdampingan. Enzim yang digunakan adalah sitokinin, gibberilik acid dan sebagainya.  Dari info ini, diduga bahwa penemu tidak tahu tentang ilmu pemuliaan ataupun fungsi enzim apalagi penggunaannya. Karena tanaman padi merupakan tanaman menyerbuk sendiri, tidak akan mendapatkan hasil persilangan dari kedua padi yang hanya ditanam berdampingan.  Penggunaan enzim pun digunakan pada akar, tidak ada hubungan sama sekali dengan proses penyilangan.&lt;br /&gt;Sejumlah petani yang hadir pada saat Presiden panen dan tertarik dengan ”supertoy”, antara lain dari Papua, Jawa Barat dan Jawa Timur.  Di Madiun panen Supertoy dilaporkan menghasilkan 7 sampai 10 ton per hektar. Namun di Grabag beberapa petani sangat pesimis dengan kenyataan bahwa tanaman rebah, hasil panennya hanya sekitar 3,5 t/ha dan umur tanaman panjang (5 bulan), dan perontokannya sukar. Petani merasa dirugikan dengan penanaman Supertoy karena hasilnya hanya setengah dari hasil padi yang biasanya mereka tanam.  Varietas padi unggul yang ditanam oleh petani seperti Ciherang hanya berumur 110-120 hari dari semai, sedangkan Supertoy 120 hari dari tanam atau 150 hari dari semai.&lt;br /&gt;Dari hasil penelusuran dan pengetahuan yang kami miliki, kami berpendapat sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Varietas ‘Supertoy’ adalah varietas lokal ‘Rojolele’, karena mempunyai sifat-sifat padi lokal Rojolele: tanaman tinggi (&gt;1,5 m), daun lebar dan panjang, malai panjang, bertangkai malai panjang dan umur panjang (5 bulan) dari tabur/semai sampai panen. ‘Rojolele’ adalah varietas lokal yang telah lama dibudidayakan petani di daerah Surakarta dan Yogyakarta, karena itu, Rojolele mempunyai variasi pada sifat-sifat yang diakibatkan oleh seleksi alam dan seleksi yang dilakukan oleh petani, seperti: tinggi tanaman, bentuk gabah, panjang bulu, warna batang, tangkai malai dan bulu, umur, demikian pula tingkat aromanya, sehingga ada 4 macam Rojolele yang dijadikan 4 macam Supertoy.  Varietas Rojolele yang disimpan baik di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi (BB Padi), Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumber Daya Pertanian (BB Biogen) Bogor dan Lembaga Penelitian Padi Internasional (IRRI) di Filipina ada yang mempunyai perbedaan sifat sehingga diberi nomor aksesi berbeda.&lt;br /&gt;2) Cara penyilangan yang dilakukan untuk menghasilkan ‘Supertoy’, yang hanya menaman dua tetua (Rojolele dan Pandanwangi) berdekatan, tidak ada proses penyilangan padi, seperti pengebirian/kastrasi, penyerbukan dsbnya.  Padi adalah tanaman menyerbuk sendiri, yang penyerbukannya sudah terjadi sebelum bunga membuka, sehingga proses persilangan alami, kalau ada, sangat kecil. Sangat kecil sekali terjadi persilangan antara dua tanaman yang dekat, apalagi kalau umurnya berbeda.  Pemberian enzim pada akar, yang merupakan hormon tumbuh akan dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman Rojolele atau Pandanwangi lebih baik dari tanaman sebelumnya, sehingga dianggap sebagai hasil persilangan keduanya karena berpenampilan lebih baik.  Namun sifat-sifat dasarnya tidak akan berubah dan bersifat tetap.&lt;br /&gt;3) Persilangan antara dua tetua akan menghasilkan tanaman yang seragam dan memiliki kombinasi sifat-sifat tetuanya, namun hasil keturunan kedua akan mempunyai sifat-sifat yang berbeda antara individu tanaman karena proses mendelisasi atau segregasi.  Karena tanaman padi tergolong menyerbuk sendiri maka sifat-sifat tersebut akan mengalami fiksasi yang memerlukan waktu lama ( lebih dari 10 generasi atau 5 tahun).&lt;br /&gt;4) Rojolele adalah varietas lokal daerah Surakarta (Delanggu dan Boyolali). Padi ini mempunyai tinggi tanaman (1,5-2m), daun panjang terkulai warna hijau muda, dengan jumlah gabah yang sedang dan mempunyai produktivitas rendah (3-5 t/ha). Produktivitas dapat ditingkatkan dengan pemupukan dsbnya, sehingga malai lebih panjang dan jumlah gabah lebih banyak, tetapi dengan batang yang tinggi maka tanaman akan rebah, karena tidak mampu menyangga beratnya malai, akibatnya produksi dan kualitas beras turun.  Sehingga hasil tidak akan mencapai 10 ton apalagi 14 ton per ha.&lt;br /&gt;5) Hasil ratun pertama (pertanaman kedua) dapat melebihi hasil pertanaman pertama (19 t/ha GKP) ini sangat mustahil.  Penelitian tentang ratun di Jepang telah dilakukan pada tahun 1950an.  Hasil penelitian tentang ratun sangat tergantung dari varietas, cara pengelolaan, dan lingkungan.  Suatu varietas, jumlah anakan pada ratun pertama setiap rumpun memang ada yang melebihi dari pertanaman utama, namun jumlah gabah per malai lebih sedikit dan waktu masak tidak serempak.  Penelitian di lapang di Jepang, Cina, India, Amerika Serikat dan Brasil menunjukkan hasil ratun pertama sangat bervariasi dengan rata-rata tidak lebih dari 60% hasil pertanaman utama. Karena itu, pertanaman ratun tidak dianjurkan kepada petani, di samping pengelolaannya yang tidak mudah.   Melihat pertanaman  ratun ’Supertoy’ di dusun Kranggan, Sanden, Bantul yang anakannya sedikit, diperkirakan hasilnya kurang dari 4 t/ha GKP.&lt;br /&gt;6) Penamaan varietas ’Supertoy’ adalah tidak sah, karena tidak ada SK Mentan.  Pemberian nama atau pelepasan suatu varietas ditetapkan oleh Menteri Pertanian atas usulan Tim Penilai dan Pelepas Varietas Tanaman.  Untuk melepas suatu varietas harus ada proposal yang berisi tentang bagaimana suatu galur harapan atau calon varietas itu dibentuk, apa tetuanya, kapan disilangkan, tujuan apa, bagaimana metodanya, dan keunggulannya apa dibanding dengan varietas-varietas yang sudah ada dari hasil penelitian di laboratorium dan lapang (uji multilokasi, UML; untuk padi sawah 16 UML).&lt;br /&gt;7) Penanaman secara luas dengan menjual benih kepada petani  akan menyalahi undang-undang yang berlaku, karena belum dilepas secara resmi, sehingga tidak akan ada benih tersertifikasi, sebagai syarat untuk penyebaran benih bermutu.  Program penanaman secara nasional yang direncanakan dengan bantuan kredit dari bank (KR 3 Desember 2007) sangat mengkhawatirkan, karena petani akan menanggung akibatnya, karena hasilnya tidak akan mencapai 14 – 19 ton per ha dan kredit tidak akan digunakan sebagai pembeli sarana produksi, seperti pupuk dan insektisida. Bahkan besar kemungkinan dengan suplemen-suplemen tertentu yang belum jelas manfaat dan keefektifan fungsinya serta  harganya mahal.&lt;br /&gt;8) Varietas ’Supertoy’ atau Rojolele adalah padi lokal berumur panjang (5-6 bulan) dan rentan terhadap hama wereng batang coklat yang merupakan hama utama padi dan sangat ganas.  Apabila hama ini sudah mulai menyerang, perkembangan hama akan sangat cepat karena siklus hidup hama ini hanya 28 hari, maka akan berkembang sampai 4 kali siklusnya, sehingga akan lebih berbahaya.  Ini akan mengakibatkan timbulnya ledakan hama wereng lagi seperti terjadi tahun 1970an waktu menanam PB5 dan PB 8 yang tidak tahan hama wereng batang coklat,  yang menimbulkan kerugian nasional sangat besar.&lt;br /&gt;Kesimpulan dari penelusuran ini adalah bahwa varietas ‘Supertoy’ adalah varietas Rojolele yang sudah diketahui potensi hasilnya rendah (3-5 ton per ha), peningkatan hasil akan memerlukan investasi tinggi dan tidak akan mencapai 14 atau 18 ton gabah per hektar.  Penanaman secara luas akan berbahaya karena varietas ini sangat rentan terhadap hama wereng batang coklat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-1414617255507754960?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/1414617255507754960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=1414617255507754960' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/1414617255507754960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/1414617255507754960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2008/09/menelusuri-padi-super-toy-yang-bikin.html' title='MENELUSURI PADI ”SUPER TOY” YANG BIKIN HEBOH'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-1549119035400586335</id><published>2008-08-13T06:52:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T06:53:27.294-07:00</updated><title type='text'>Langkah kongkrit mewujudkan mimpi menjadi negara pengekspor beras</title><content type='html'>Konglomerat dunia asal Arab Saudi, Saudi Binladin Group, akan menanamkan modal sebesar US$ 4,3 miliar atau Rp 39 triliun di Indonesia. Dana sebesar itu akan dipakai untuk menggarap proyek bisnis agroindustri, termasuk penanaman padi seluas 500 ribu hektare di Merauke, Papua.&lt;br /&gt;Menurut Abu Bakr al-Hamid, Direktur Pelaksana Saudi Binladin Group, Indonesia menjadi pilihan karena memiliki potensi yang bagus. Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah, Alwi Shihab, menjelaskan, grup bisnis tersohor di dunia itu dipercaya oleh pemerintah Arab Saudi untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Pertimbangannya, kelompok bisnis ini cukup dekat dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Sesungguhnya, menurut dia, investor yang tertarik menanamkan duit di bumi Papua tidak hanya dari Arab Saudi, tapi ada juga pemodal dari negeri yang sedang ketiban rezeki lonjakan harga minyak lainnya, seperti Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab.&lt;br /&gt;Rencananya Binladin akan menerapkan konsep bisnis agroindustri dari penanaman hingga pemasaran. Komoditas utama yang bakal dikembangkan adalah padi, khususnya padi jenis basmati, yang biasa dipasarkan untuk kebutuhan Saudi.&lt;br /&gt;Sebelum bertandang ke tempat Menteri Pertanian, para eksekutif Saudi Binladin Group yang dipimpin oleh Hassan bin Ladin ini bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hassan, salah satu dari 52 anak pendiri Binladin Group, adalah Vice President Saudi Binladin Group. Kedatangan Hassan adalah tindak lanjut dari undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Dubai pada Maret lalu. Menurut Menteri Anton Apriyantono, pemerintah akan membentuk tim khusus guna membicarakan teknik lebih detail terkait dengan investasi dana Timur Tengah ini. Misalnya untuk infrastruktur utama, seperti jalan raya dan waduk irigasi, pemerintah Indonesia yang akan membangunnya. Namun, dalam pelaksanaannya, pemerintah akan bekerja sama dengan swasta. "Masih akan dibicarakan." Kehadiran investor asing berkantong tebal ini, menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Alimuso, memungkinkan kerja sama dengan investor nasional.&lt;br /&gt;Saat ini sudah ada lima perusahaan dalam negeri yang menanamkan modal mereka di Merauke terkait dengan proyek Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE), yakni kawasan energi dan pangan terpadu Merauke. Perusahaan itu adalah PT Sumber Alam Sutera, PT Wolo Agro Lestari, PT Comexindo, PT Medco, dan PT Bangun Cipta Sarana.Proyek MIFEE merupakan program alternatif pemerintah untuk mengatasi kekurangan pangan dan energi di Papua. Pada tahap awal, proyek ini akan dibangun pada lahan seluas 1,4 juta hektare. Namun, potensi lahan pertanian yang bisa dimanfaatkan sebesar 2,4 juta hektare.Jika proyek Binladin terwujud, menurut Sutarto, pemerintah perlu mengatur kuota berapa banyak produksi beras yang bisa diekspor dan untuk konsumsi dalam negeri. Sebab, sampai saat ini belum ada regulasi yang mengatur soal ini. "Kalau memang dalam negeri sudah cukup, boleh diekspor," katanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-1549119035400586335?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/1549119035400586335/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=1549119035400586335' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/1549119035400586335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/1549119035400586335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2008/08/langkah-kongkrit-mewujudkan-mimpi.html' title='Langkah kongkrit mewujudkan mimpi menjadi negara pengekspor beras'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-5586136677395578170</id><published>2008-08-05T08:40:00.000-07:00</published><updated>2008-08-05T08:41:05.810-07:00</updated><title type='text'>Presiden SBY di BB Padi: Suatu Saat Indonesia Menjadi Lumbung Padi Dunia.</title><content type='html'>Itulah mimpi negeri kita, sebagaimana disampaikan oleh para petingginya, ketika menghadapi produksi di dalam negeri yang berlimpah. Ada yang menyebutnya sebagai mimpi di siang bolong, mengingat ketahanan pangan kita selama ini masih jauh dari batas aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi satu hal yang harus dicatat, impian adalah sebuah keinginan yang hendak diraih. Kelak terwujud atau tidak, tentu ada banyak faktor yang menjadi syarat maupun prasyaratnya. Indonesia pernah meraih penghargaan sebagai negara swasembada pangan dan mengekspor surplus produksi beras dalam negeri, rasanya tidak ada salahnya kita punya mimpi kembali ke masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Indonesia mampu jadi eksportir beras ? Salah satu syarat mutlak untuk membuka kran ekspor beras ke luar negeri, adalah angka stok beras nasional mencapai 3 juta ton. Dalam perjalanan waktu sejak reformasi, angka stok nasional ini belum pernah tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surplus beras saat ini tidak dihasilkan melalui mekanisme produksi yang baku sehingga kita tidak bisa menjaga stabilitas hasil sepanjang tahun. Jika pemerintah ingin melibatkan swasta ikut berkontribusi bagi peningkatan produksi beras nasional, sebaiknya pemerintah memberi ijin dan melibatkan swasta membuka lahan di luar Pulau Jawa secara besar-besaran. Seperti di Merauke yang luasnya sekitar 580 ribu ha atau dua kali luas jalur pantura Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, tidak salah kita bermimpi menjadi negara pengekspor beras. Tetapi semua itu harus didasarkan pada kondisi realistis kebutuhan kita mengingat beras adalah komoditi strategis yang tidak bisa diperlakukan sama dengan komoditi perdagangan lain. Terlalu riskan hanya bersandar pada angka stok nasional karena begitu kita membuka kran ekspor dan kemudian kita defisit produksi, maka suka atau tidak suka kita harus mengikuti harga internasional melalui impor. Siapkah kita untuk meghadapi risiko semacam itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-5586136677395578170?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/5586136677395578170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=5586136677395578170' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/5586136677395578170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/5586136677395578170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2008/08/presiden-sby-di-bb-padi-suatu-saat.html' title='Presiden SBY di BB Padi: Suatu Saat Indonesia Menjadi Lumbung Padi Dunia.'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-5547392968167950887</id><published>2008-07-27T02:30:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T02:31:19.257-07:00</updated><title type='text'>Produksi padi Indonesia melegakan kita</title><content type='html'>BPS merilis angka ramalan produksi padi 2008 sebanyak 59.8 juta ton atau naik 4.8% dibanding angka tetap 2007 yang mencapai 57.2 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 2.7 juta ton GKG. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen sebesar 237 ribu hektar atau 1.96% lebih luas dari panen 2007 (12.15 juta ha) serta kenaikan produktivitas padi sebesar 1.3 kuintal/ha atau 2.76% lebih tinggi dari produktivitas 2007 (47.1 kuintal/ha).&lt;br /&gt;Ini capaian dan kenaikan produksi terbesar dalam sejarah pertanian Indonesia. Ini juga ulangan rekor yang telah dicapai petani Indonesia tahun sebelumnya. , utamanya untuk Angka-angka perkiraan produksi itu, lanjut Mentan, sekaligus mencerminkan semangat dan kerja keras dari seluruh petani di tanah air. “Berkat kerja keras para petani, Insya Allah, rekor produksi padi kembali tercapai tanun ini.’’&lt;br /&gt;Atasnama pribadi dan Departemen Pertanian, Mentan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang dalam kepada para petani, penyuluh dan aparat pertanian yang telah bekerja tanpa lelah dan nyaris tanpa keluh kesah. ‘’Saya kira, kita semua pantas dan sudah selayaknya berterima kasih pada petani ,’’ tegas Anton.&lt;br /&gt;Pujian terhadap prestasi ini juga diungkapkan oleh Bapak Presiden kita sewaktu meresmikan Pekan Padi Nasional (PPN) III di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (&lt;a href="http://www.litbang.deptan.go.id/unker/one/261/"&gt;BB Padi&lt;/a&gt;), Sukamandi, Subang 24 Juli 2008.&lt;br /&gt;Ditegaskan pula oleh Presiden bahwa pemerintah telah menetapkan keterjangkauan harga pangan dan ketahanan pangan menjadi prioritas yang harus dicapai pada tahun 2008 dan 2009. ”Sekarang ini kita mulai membangun, meningkatkan anggaran untuk membangun infrastruktur, termasuk irigasi. Memang harus bertahap, karena yang kita bangun di seluruh Indonesia, uang kita tidak cukup, bahkan harus dibagi dengan pendidikan, kesehatan dan lain-lain” kata Presiden SBY ketika berdialog dengan petani di acara tersebut.&lt;br /&gt;Sementara itu Menteri Pertanian Anton Apriyantono dalam sambutannya mengatakan bahwa BB Padi ini telah menghasilkan lebih dari 200 varietas padi yang telah ditanam pada lebih dari 90% areal tanaman padi di Indonesia. Apabila luas panen padi nasional 12 juta ha per tahun,dengan tambahan produksi akibat pergantian varietas 500 kg/ha, maka sumbangan benih padi terhadap produksi padi nasional mencapai 5.4 juta ton. Apabila rata-rata waktu pelepasan varietas baru dibutuhkan 6 tahun, maka nilai tambah per tahun yang dihasilkan 900 ribu ton. Menggunakan asumsi harga gabah kering panen Rp. 2200,- /kg maka dihasilkan 1.98 triliun rupiah.&lt;br /&gt;Bravo BB Padi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-5547392968167950887?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/5547392968167950887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=5547392968167950887' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/5547392968167950887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/5547392968167950887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2008/07/produksi-padi-indonesia-melegakan-kita.html' title='Produksi padi Indonesia melegakan kita'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-5013647306876838199</id><published>2008-07-25T07:39:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T07:41:13.522-07:00</updated><title type='text'>Expert Padi Indonesia dibutuhkan Benua Afrika.</title><content type='html'>Madagaskar mengharapkan Indonesia dapat membagi pengetahuan dan keunggulannya di bidang budidaya tanaman padi yang mereka nilai sangat mengesankan.Hal itu disampaikan Presiden Madagaskar Ravalomanana, saat mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian Anton Apriyantono di sela-sela acara KTT tentang Ketahanan Pangan di Roma, Italia.Pertemuan dengan Presiden Ravalomanana ini sebelumnya didahului pertemuan Mentan Anton dengan Menteri Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Madagaskar Panja Ramanoelina, Atase Pertanian KBRI Roma Erizal Sodikin menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada pers. Presiden Ravalomanana mengatakan bahwa dalam lawatannya ke Jepang sebelum ke KTT ini, pihaknya telah meminta Jepang untuk membantu Madagaskar dalam peningkatan sektor pertaniannya. Pihak Jepang menyatakan siap, namun menyarankan untuk melibatkan Indonesia melalui kerjasama Selatan-Selatan dengan menggandeng FAO sebagai pihak pengelola dana.Mentan Anton, yang dalam pertemuan tersebut didampingi Staf Ahli Menteri bidang Kerjasama Luarnegeri, Atase Pertanian Roma, Staf Khusus Mentan bidang Ekonomi Pertanian, dan Sek III Multilateral KBRI Roma, menyatakan bahwa Indonesia menyambut dengan baik keinginan Madagaskar ini.Menurut Anton, dengan pengalaman dan kemampuan Indonesia dalam sektor pertanian khususnya produksi padi, Indonesia siap mengirimkan tenaga ahli sejumlah yang dibutuhkan, bahkan juga petani unggul Indonesia untuk membagi pengetahuan dan keahliannya, sehingga SDM pertanian padi Madagaskar dapat meningkat.Dikatakan, bahwa Indonesia sudah punya pengalaman dalam kerjasama Selatan-Selatan ini sejak tahun 1996 bersama Tanzania dan Gambia dengan pembentukan Pusat Pelatihan Petani di kedua negara tersebut. Untuk itu Anton menyarankan agar Madagaskar dapat melakukan hal yang sama dengan membuat pusat pelatihan dengan menjadikan Indonesia sebagai pihak yang menyediakan tenaga ahli dan juga kurikulum, termasuk saprodi dan peralatan.Presiden Ravalomanana dalam tanggapannya mengharapkan agar kerjasama melalui pola kerjasama Selatan-Selatan ini dapat ditindaklanjuti, serta dapat direalisasikan segera, sehingga momentum dari KTT Keamanan Pangan ini tidak hilang begitu saja. Mentan Anton Apriyantono sepakat dengan hal ini dan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan dilakukan pembicaraan lebih lanjut mengenai permintaan Madagaskar tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-5013647306876838199?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/5013647306876838199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=5013647306876838199' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/5013647306876838199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/5013647306876838199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2008/07/expert-padi-indonesia-dibutuhkan-benua.html' title='Expert Padi Indonesia dibutuhkan Benua Afrika.'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-5130631334128274821</id><published>2008-04-17T23:07:00.000-07:00</published><updated>2008-04-17T23:08:24.773-07:00</updated><title type='text'>Bisakah Indonesia jadi negara pengekspor beras?</title><content type='html'>Penyerapan gabah dan beras petani digenjot antara 2,4 juta-2,8 juta ton hingga akhir tahun."Pengadaan dalam negeri masih sesuai target pencapaian bulanan, sampai akhir April target 960 ribu ton," ujar Dirut Perum Bulog Mustofa Abubakar kepada wartawan dalam diskusi di Jakarta Rabu (16/4) kemarin.&lt;br /&gt;Sementara, menurut Mustofa, realisasi pengadaan pengadaan stok beras yang dimiliki 1,3 juta ton. ''Jumlah tersebut cukup untuk kebutuhan pangan selama 4,2 bulan ke depan,'' terangnya.&lt;br /&gt;Dalam regulasi pengaturan ekspor beras No 12/M-DAG/PER/4/2008 Departemen Perdagangan (Depdag) berkeinginan agar stok pangan beras pemerintah yang dikendalikan Bulog mencapai 3 juta ton pada akhir tahun nanti. Angka tersebut menjadi prasyarat minimal bahwa stok pangan pemerintah dikatakan surplus beras, sehingga Bulog baru diizinkan mengekspor beras.&lt;br /&gt;Meski begitu menurut Mustofa menyatakan pencapaian target pengadaan gabah dan beras hingga 2,8 juta ton akan tercapai dengan catatan tidak ada anomali iklim serta gangguan hama yang secara signifikan mengganggu tingkat produktivitas tanam padi petani. "Kami melihat bahwa produksi kita memang masih cukup bagus. Survai lapangan dan analisa pakar memberikan gambaran optimistis. Tapi yang tidak bisa diperkirakan adalah cuaca dan faktor gangguan hama. Ini yang tidak bisa dipastikan," ujar Mustafa.&lt;br /&gt;Saat ini, sambung Mustofa, perkembangan stok pengadaan beras daerah terbesar adalah wilayah jawa Timur yang mencapai 301 ribu ton. Sementara wilayah Jawa Tengah merupakan wilayah kedua yang memiliki stok pengadaan beras terbesar yaitu mencapai 131 ribu ton. Kemudian disusul, Jabar, dengan pengadaan beras saat ini sebesar 97 ribu ton. Sedangkan untuk wilayah Sulawesi sudah mencapai  66 ribu ton. Semua realisasi tsb. Masih berada berada di bawah target yang ditetapkan.&lt;br /&gt;Bulog ditugaskan untuk menyerap gabah petani hingga sebesar 3 juta ton. Dari realisasi pengadaan beras diatas maka sangat sulit target yang ditetapkan akan tercapai. Oleh karena jangan bermimpi lah untuk menjadi Negara pengekspor beras kembali. Kita masih perlu kerja keras untuk meningkatkan produksi padi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-5130631334128274821?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/5130631334128274821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=5130631334128274821' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/5130631334128274821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/5130631334128274821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2008/04/bisakah-indonesia-jadi-negara.html' title='Bisakah Indonesia jadi negara pengekspor beras?'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-8404856224918633989</id><published>2008-03-30T12:50:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T12:51:18.301-07:00</updated><title type='text'>Berapa surplus beras yang aman?</title><content type='html'>Produksi beras nasional tahun ini diperkirakan mengalami surplus hingga 2,3 juta ton. Jika diposisikan sebagai cadangan pangan nasional maka hal itu cukup berisiko dan belum aman. Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi Bustanul Arifin. Hal senada juga disampaikan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Departemen Pertanian Djoko Said Damardjati kepada wartawan usai diskusi di Jakarta, Sabtu (29/3).&lt;br /&gt;"Saya tidak menutup mata kalau hari ini sebenarnya beras sudah diekspor, tetapi kalau ada kebijakan untuk ekspor dari pemerintah saya kira tidak bijak," kata Bustanul Arifin. Ia memperkirakan peluang stok beras Indonesia akan  berkurang pada bulan Juni-Juli, untuk itu saat ini kurang tepat untuk lakukan ekspor beras. "Meskipun diprediksi akan surplus, sebaiknya stok yang ada sekarang ini ditahan saja," katanya.&lt;br /&gt;''Saat ini, konsumsi beras nasional mencapai 139 kg/kapita/tahun lebih tinggi dibandingkan Malaysia hanya 80 kg/kapita/tahun. Namun, Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan kelautan Bayu Krisnamurthi mengatakan untuk jenis beras high quality pemerintah memperbolehkan siapa pun melakukan ekspor beras asalkan ada izin dari Depdag dengan rekomendasi Deptan.&lt;br /&gt;Lebih jauh, Dirjen Tanaman Pangan menjelaskan, surplus 2,3 juta ton itu bahkan belum cukup aman untuk cadangan ketersediaan beras dalam satu bulan. "Cadangan yang aman untuk satu bulan 2,6-2,7 juta ton. Jadi surplus kita yang sekarang hanya bisa digunakan untuk memenuhi permintaan beras di bulan-bulan produksi beras sedikit." ulas Sutarto Alimuso.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-8404856224918633989?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/8404856224918633989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=8404856224918633989' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/8404856224918633989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/8404856224918633989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2008/03/berapa-surplus-beras-yang-aman.html' title='Berapa surplus beras yang aman?'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-7305366439247515017</id><published>2008-03-27T00:46:00.000-07:00</published><updated>2008-03-27T00:47:54.386-07:00</updated><title type='text'>Harga Beras Merangkak Naik, So What?</title><content type='html'>Wageningen, 24 Maret 2008.&lt;br /&gt;Di pasar international harga beras mulai melonjak, menyentuh 700 dolar AS per ton, tiga kali lipat harga lima tahun lalu. Tapi, Perum Bulog dan Departemen Pertanian (Deptan) optimistis menghadapi keadaan itu.&lt;br /&gt;Direktur IRRI, Robert Zeigler, mencemaskan dampak kenaikan harga beras terhadap negara-negara pengimpor. Secara khusus, ia menyebut negara-negara Afrika--yang mengganti makanan pokoknya dengan beras--dan Indonesia. Ia khawatir melihat Indonesia yang masih terseok memenuhi kebutuhan, sementara pada saat yang sama dilanda banjir.&lt;br /&gt;Awal Maret lalu, harga beras di Thailand, yang selama ini menjadi indikator global, naik dari 400 dolar AS menjadi 500 dolar AS per ton. Pejabat berwenang di Thailand memperingatkan harga beras dapat meroket hingga 1.000 dolar per ton.&lt;br /&gt;Kenaikan harga beras disebabkan produsen beras utama, seperti Vietnam dan India, telah membatasi ekspor. India, misalnya, telah meningkatkan harga ekspor berasnya menjadi 750 dolar per ton, sementara Vietnam--produsen terbesar ketiga yang sedang menghadapi gangguan panen--memperlambat izin ekspor beras.&lt;br /&gt;Zeigler mengatakan, saat ini terdapat dua miliar penduduk, namun area pertanian tidak bertambah. Investasi pemerintah untuk infrastruktur pertanian, termasuk irigasi, merosot hingga setengahnya dibanding masa Revolusi Hijau. ''Dunia meminta tambahan pangan tanpa memikirkan dari mana semua kebutuhan ini akan terpenuhi,'' katanya.&lt;br /&gt;Direktur Utama Perum Bulog, Mustafa Abubakar, mengungkapkan kenaikan harga beras dunia yang dilansir IRRI tak akan memengaruhi harga beras dalam negeri. Harga beras dalam negeri hanya naik tipis, yakni tujuh persen. Bahkan, Februari lalu, justru mengalami deflasi.&lt;br /&gt;Sejak Agustus 2007 hingga pertengahan Februari 2008, kata Mustafa, tren kenaikan beras mencapai tujuh persen. ''Pertengahan 2008 ini harga beras dunia akan menemui keseimbangan baru,'' jelasnya.&lt;br /&gt;Mustafa setuju jika produksi beras digenjot akibat kenaikan harga beras dunia. Sisi positifnya, pemerintah akan berpikir ulang untuk mengimpor karena harga beras dunia lebih mahal dibanding harga beras dalam negeri.&lt;br /&gt;Menteri Pertanian, Anton Apriyantono, optimistis produksi beras nasional pada 2008 naik lima persen. Kalaupun ada lahan sawah yang puso, jumlahnya relatif kecil, yakni hanya 300-400 ribu hektare. ''Jumlah sebesar itu tidak memengaruhi produksi beras dalam negeri.''&lt;br /&gt;Dirjen Tanaman Pangan Deptan, Sutarto Alimpeso, mengatakan tahun ini diperkirakan Indonesia mengalami surplus 2 juta ton setara beras. ''Dengan demikian, tahun 2008 kita kembali swasembada beras. Pemerintah dipastikan tidak membuka keran impor,'' katanya saat panen padi hibrida di Banjarnegara, Jateng.&lt;br /&gt;Didik J Rachbini, pengamat ekonomi yang juga wakil ketua Komisi X DPR, mengatakan ada dua hal yang harus dilakukan pemerintah menyikapi kenaikan harga beras dunia. Pertama, meningkatkan produktivitas padi dalam negeri. Kedua, mendorong program diversifikasi pangan.&lt;br /&gt;''Pemerintah harus meningkatkan produk pangan alternatif pengganti beras sehingga tidak terpaku pada beras. Sebab, harga beras dunia akan terus naik,'' katanya.&lt;br /&gt;Untuk alternatif yang pertama Pemerintah harus segera memperbaiki infrastruktur irigasi, seperti saluran drainase pertanian agar tanaman padi terhindar dari banjir kiriman dari hulu sungai dan produktivitas padi meningkat dengan perbaikan aerasi tanah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-7305366439247515017?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/7305366439247515017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=7305366439247515017' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/7305366439247515017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/7305366439247515017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2008/03/harga-beras-merangkak-naik-so-what.html' title='Harga Beras Merangkak Naik, So What?'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-2678990779864841018</id><published>2007-12-21T06:21:00.001-08:00</published><updated>2007-12-26T06:58:41.832-08:00</updated><title type='text'>Visit Openair Museum</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_tWLGuY8IgLk/R2vNWb76AHI/AAAAAAAAADQ/XU3fAne1NwU/s1600-h/homeschaatsen.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146432784540762226" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_tWLGuY8IgLk/R2vNWb76AHI/AAAAAAAAADQ/XU3fAne1NwU/s320/homeschaatsen.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Winters of yesteryear'&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;In our day we used to have real winters'. Your grandparents could spend many an hour talking about it. The wind was piercing cold and there were thick coverings of snow, food was scarce and the nights pitch black, but we did also get time off school to go ice skating! Streetlamps light up the darkness and in no time at all you can make your house nice and warm. Vests and hot water bottles have been consigned to the attic, or are now objects to admire at the Open Air Museum. At the Open Air Museum the winters of the past are being brought back to life. Fun on the ice!It wouldn’t be winter without enjoying some fun on the ice and we will therefore be transforming the large entrance square into a festively lit ice rink. Young and old alike can enjoy skating, and refreshments will be available in the convivial atmosphere around the ice. The ups and downs of winterIt’s nice and cosy beside the fire; the farmer's wife tells stories as her spinning wheel turns. In the side room the sound of a loom can be heard. Life is not easy. Supplies are dwindling and there is a sharp frost on the way. You must have a taste!In a 19th century half-timbered barn from Limburg the farmer is stirring the contents of a large copper pot. He is making syrup from the plentiful harvest of apples and pears - and naturally he will let you have a taste! As of this winter, the authentic brewery from Ulvenhout will also once again be fully operational. No less a person than the Dutch champion himself will be brewing the beer in a contemporary way and will talk passionately about his wonderful old craft! All kinds of things to doEvery weekend, on Wednesday afternoons and during the Christmas holidays fun activities are being held, and you can enjoy music and song in the cosy Zeeland church. There will be plenty to see and experience on the Zaan Square and children will have the chance to bake bread rolls at the children’s activity farmyard. The animals in the barn will also be very pleased to see visitors. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-2678990779864841018?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/2678990779864841018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=2678990779864841018' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/2678990779864841018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/2678990779864841018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2007/12/openair-museum.html' title='Visit Openair Museum'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_tWLGuY8IgLk/R2vNWb76AHI/AAAAAAAAADQ/XU3fAne1NwU/s72-c/homeschaatsen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-3097773902208620669</id><published>2007-12-09T10:29:00.000-08:00</published><updated>2007-12-26T10:07:57.190-08:00</updated><title type='text'>Visit Tropenmuseum</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_tWLGuY8IgLk/R1w4IIAMgQI/AAAAAAAAACw/sOecY0YKEa8/s1600-h/tropenmuseum.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142046586788675842" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_tWLGuY8IgLk/R1w4IIAMgQI/AAAAAAAAACw/sOecY0YKEa8/s320/tropenmuseum.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;The Tropenmuseum is one of Europe’s leading ethnographic museums, renowned for its collection. The permanent and temporary exhibitions display (art) objects, photographs, music and film from non-western cultures.&lt;br /&gt;The beautiful and historic building in which the Tropenmuseum is housed provides space for eight permanent exhibitions and an ongoing series of temporary exhibitions, including both modern and traditional visual arts and photographic work. The permanent exhibitions are Southeast Asia, Oceania, Western Asia and North Africa, Africa, Latin America, Man and Environment and Music, Dance and Theater.&lt;br /&gt;The reconstruction of local environments and attractive displays of exhibits drawn from the museum's huge collections draw visitors right into the daily lives of the people of the tropics and subtropics. Exhibitions are increasingly seen as an opportunity to organize supplementary activities such as lectures, films, guided tours, music- and theatre shows, often in collaboration with other Institute departments. For some years now, the museum has been designing its exhibitions with a broad approach to both content and concept. The perspectives of different generations and different ethnic groups are represented in the exhibitions and activities. Leading public figures from the multicultural communities in the Netherlands assist in shaping and defining the museum.&lt;br /&gt;Being part of the Royal Tropical Institute (KIT), the museum is more than just a museum. Experts assist museums around the world in capacity building and other activities, for example in collecting and preserving local cultural heritage. Other activities include innovative initiatives in the field of museums and of preserving and exhibiting cultural heritage. Building on earlier work by the Getty Information Institute, the museum has started a project in fourteen developing countries aimed at cataloguing and describing museum collections using a computer programme. The Tropenmuseum is part of the Royal Tropical Institute (KIT), a knowledge institute for international and intercultural collaboration. In view of its historic roots as a colonial institute and museum and given its expertise in the field of culture, cultural preservation and exchange is one of KIT’s key tasks, both domestically and internationally. The Institute carries out cultural programmes across the world, aimed at protecting cultural heritage and enhancing cultural exchange. These programmes focus on institutional and capacity building, and on advice with regard to cultural policy. In the Netherlands, the emphasis lies on contributing to the knowledge and understanding of different cultures, and on increasing public support for international and development cooperation. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-3097773902208620669?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/3097773902208620669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=3097773902208620669' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/3097773902208620669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/3097773902208620669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2007/12/visit-tropenmuseum.html' title='Visit Tropenmuseum'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_tWLGuY8IgLk/R1w4IIAMgQI/AAAAAAAAACw/sOecY0YKEa8/s72-c/tropenmuseum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-4798177813657147749</id><published>2007-11-30T10:29:00.000-08:00</published><updated>2007-12-09T10:43:25.602-08:00</updated><title type='text'>SRI Next Seminar</title><content type='html'>Saya sudah mendapat kepastian tentang rencana seminar mengenai "System of Rice Intensification" (SRI) yang akan di adakan di Kampus IPB Dramaga hari Rabu tanggal 16 Januari 2008 pk 13:00 -17:00 dengan acara (tentatif) sebagai berikut:(1). Pembukaan (diusahakan oleh Rektor IPB/Dekan Fakultas Pertanian IPB); 2) Lecture on SRI in the World by Prof. Dr Norman Uphoff (Cornell University, Itaccha, USA)- Question and Answer; (3) Lecture on SRI in Indonesia by Mr. Shuichi Sato and/or Ir.Budiharto, - Question and Answer; (4) Lecture on Organic SRI in Indonesia by Mr.Alik; (5) Summary on Lecture by Prof. Dr. Iswandi Anas.Participants antara lain adalah staff IPB, mahasiswa S1, S2 dan S3, Lembaga Penelitian dari Lingkup Deptan, dari Ditjen Tanaman Pangan Deptan Pasar Minggu,Pemda Bogor dan sekitarnya serta umum. Seminar will be free of charge!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-4798177813657147749?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/4798177813657147749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=4798177813657147749' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/4798177813657147749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/4798177813657147749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2007/11/sri-next-seminar.html' title='SRI Next Seminar'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-4853428635002270318</id><published>2007-11-26T13:35:00.000-08:00</published><updated>2007-12-09T11:22:49.190-08:00</updated><title type='text'>Cianjur, Jawa Barat, Senin, 30 Juli 2007</title><content type='html'>PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PANEN RAYA PADI SRI ORGANIK CIANJUR&lt;br /&gt;Acara ini dihadiri oleh:Menteri Pertanian dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen, hadir Pimpinan BULOG, Pimpinan Bank Rakyat Indonesia dan pejabat yang lain, Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Barat, Saudara Bupati Cianjur, dan para Pejabat Negara dan Pemerintahan yang bertugas di Jawa Barat, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri, Saudara Gubernur Kalimantan Tengah dan para Pejabat Pemerintahan yang berasal dari Provinsi lain, Bapak Solihin GP, Pimpinan Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Teater Sunda, Saudara Pimpinan MEDCO Foundation, Pak Arifin Panigoro, dan Saudara Pimpinan Yayasan Aliksa Organik SRI.&lt;br /&gt;Saya sangat senang mendengar apa yang disampaikan oleh Bapak Solihin GP tadi dan juga Pak Gubernur dan Saudara Menteri Pertanian karena semuanya itu sungguh melegakan, bagaimana kita membangun pertanian di negeri ini secara baik, bagaimana kita bisa meningkatkan kecukupan dan ketahanan pangan juga secara baik, yang tentunya sangat diharapkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Tadi ketika saya panen bersama dengan saudara-saudara petani kita, saya senang dengan dua spanduk yang ada di belakang kita, di sawah tadi yang berbunyi, “SRI datang membawa peluang, persembahan anak negeri untuk pangan dan alam lestari”. Kemudian juga satunya lagi ada spanduk yang berbunyi, “Padi jiwa negeri dan darah bangsaku”, bagus. Saya menyambut baik, saya mendukung penuh berbagai inisiatif kegiatan sebagaimana yang dilakukan oleh tadi, Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Teater Sunda, MEDCO Foundation, Yayasan Aliksa Organik SRI dan semua pihak yang benar-benar ingin membangun pertanian kita yang baik, pertanian yang berkelanjutan, pertanian yang ramah lingkungan dan tentunya makin mendatangkan keuntungan bagi para petani dan rakyat kita. Tadi saya dijelaskan dipanel sana satu per satu tentang teknologi, tentang cara-cara bercocok tanam padi menggunakan metode SRI, System of Rice Intensification. Sebetulnya namanya lebih dari itu, karena setelah saya pelajari tadi, saya lihat, saya saksikan bukan hanya System of Rice Intensification, tapi boleh ditambahkan meskipun tidak usah ditulis System of Enviromentaly Friendly Rice Intensification, sistem intensifikasi padi atau beras yang ramah lingkungan. Banyak cara untuk meningkatkan produktivitas padi naik begitu, tapi ternyata intervensi pupuk kimia yang berlebihan. Akibatnya peningkatkan produktivitas makin banyak panennya, tapi lingkungannya jebol. Tahun ini masih aman, tahun depan rusak, tahun depannya lagi lebih rusak lagi. SRI ini menurut saya dua-duanya terpenuhi karena kita ingin produksinya naik, lingkungannya aman. Saya pernah belajar di IPB selama 3 tahun. Ini juga banyak di IPB. Saya pernah diundang di Padang, Universitas Andalas untuk menyampaikan semacam orasilah begitu. Saya sampaikan pembangunan pertanian di Indonesia harus bergeser dari yang dulu kita kenal revolusi hijau, green revolution, ini Pak Anton tahu persis, memang meningkat luar biasa produksi pangan sedunia, tetapi ternyata muncul kerusakan-kerusakan setelah itu. Harus kita ganti dengan pembangunan pertanian yang sekali lagi ramah lingkungan yang berkelanjutan, sustainable agricultural development.Jadi green revolution harus yang baik-baik boleh kita pertahankan, tetapi yang tidak sesuai kita ganti dengan yang ramah lingkungan. Menurut saya, SRI inilah contoh nyata pembangunan pertanian berkelanjutan sebagai koreksi dari green revolution, pembangunan hijau yang dulu banyak menggunakan pupuk-pupuk kimia dan cara-cara yang ternyata bisa mengganggu lingkungan, terutama untuk jangka panjang. Dan disamping secara umum metode SRI ini solusi, sebagai bagian dari solusi bukan masalah dan juga menciptakan peluang yang baik dalam pembangunan pertanian untuk Indonesia juga sangat cocok.Saudara-saudara,Jangan dikira air yang ada di Pulau Jawa masih melimpah ruah. Pulau Jawa ini dari segi air sudah lampu kuning, tidak boleh kita boros-boroskan, dihambur-hamburkan, lalai, tidak pandai. Pada saat harusnya kita tahan di hutan-hutan, hutannya gundul. Pada saat airnya banyak, jadi banjir, merusak, yang ada hanya merugi saja. Oleh karena itu, karena air ini harus sangat dihemat di pulau jawa khususnya, meskipun di tempat lain juga tidak berarti tidak ada masalah, maka pertanian pun yang mengkonsumsi air dari irigasi itu harus sehemat mungkin. Ternyata SRI telah memberikan solusi cara bercocok tanam, cara menanam padi yang tidak banyak menggunakan air dengan hasil yang paling tidak sama, bahkan lebih besar dari yang terlalu banyak menggunakan air. Ini contoh konkret dari metode SRI ini. Solusi yang kedua mengapa SRI penting? Cara bercocok tanam yang terlalu banyak menggunakan pupuk kimia disamping secara lingkungan tidak baik, mungkin juga kalau salah, kalau berlebihan mencemari produk-produk pertanian itu. Tapi saudara juga harus tahu bahwa pupuk kimia itu harganya juga tidak murah. Dan kemudian kebutuhan untuk pupuk kimia kalau diikuti terus akan besar sekali. Pupuk itu, bahannya dari gas, antara lain. Gas itu juga suatu saat akan habis. Oleh karena itu, kita harus berhemat gas. Minyak kita kalau tidak ditemukan yang baru tinggal 20 tahun lagi. Gas kita kalau tidak diketemukan yang baru tinggal 60 tahun lagi. Batu bara kita kalau diboros-boroskan 150 tahun lagi habis. Oleh karena itu wajib hukumnya bagi bangsa Indonesia, bagi kita semua menghemat semuanya, termasuk menghemat gas. Supaya gasnya tidak habis, tidak terlalu banyak untuk pupuk, maka pupuk kimianya dikurangi, diganti dengan pupuk organik&lt;br /&gt;Hadirin sekalian,Kembali ke masalah SRI, saya dukung penuh dan saya minta para Menteri apalagi Menteri Pertanian tentu akan mendukung penuh. Mari kita kembangkan SRI ini seluas-luasnya. Mengapa? Tadi cerita pangan kita harus kita naikkan. Tahun ini kita harus tambah dua juta ton. Ini para Gubernur, Bupati, Walikota harus berjuang habis-habisan. Nanti yang tidak serius kita kasih kartu merah nanti. Bukan hanya kartu kuning tadi malam Irak melawan Saudi Arabia. Kalau saya tidak peduli, tidak mau bekerja, tidak mau apa-apa terus rakyatnya menderita ya kartu merah begitu, kan begitu? Setujukan? Karena kalau pangan kita kurang, harganya bergejolak, kasihan semuanya. Harganya harus pas, harga melindungi petani, tapi juga bisa dibeli oleh saudara-saudara kita yang lain. Begitu cara kita memproduksi dan menetukan harga.Sekali lagi mengapa saya dukung SRI dan mari kita kembangkan seluas-luasnya karena produktivitas naik tanpa merusak lingkungan. Itu kuncinya. Jadi Saudara bertanggung jawab kepada anak cucu kita, kepada generasi mendatang, jangan dihabis-habiskan yang ada di tempat kita ini tanpa memikirkan nasib mereka. Dan kalau solusinya itu kembali ke alam, beliau mengatakan back to basic atau back to nature kembalikan pada hukum alam, kembalikan pada dasarnya, itu sudah benar. Karena Allah SWT menciptakan alam semesta dengan segala kehidupannya, itu sudah dipikirkan ada satu ekosistem, satu siklus kehidupan yang bisa mengatasi masalah-masalah itu dengan akal pikiran manusia, dengan jiwanya, dengan karakternya, dengan tanggung jawabnya. Jadi kalau kita kembalikan apa yang ada di alam semesta ini, musti benar. Oleh karena itu, para peneliti, para sarjana, semua yang ada dalam keluarga besar SRI ini, tolong didayagunakan penuh MEDCO Foundation dan Yayasan Aliksa juga berkontribusi penuh agar semuanya bisa berjalan dengan baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-4853428635002270318?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/4853428635002270318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=4853428635002270318' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/4853428635002270318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/4853428635002270318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2007/11/cianjur-jawa-barat-senin-30-juli-2007_26.html' title='Cianjur, Jawa Barat, Senin, 30 Juli 2007'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-4212954801885869020</id><published>2007-11-26T13:11:00.000-08:00</published><updated>2007-11-26T13:13:24.782-08:00</updated><title type='text'>PENGHARGAAN ACHMAD BAKRIE</title><content type='html'>BB Padi Sukamandi&lt;br /&gt;Tanggal dimuat: 13 Agustus 2007Salah satu prestasi Indonesia di masa lalu yang patut dibanggakan dan masih terus menjadi inspirasi bagi masa kini adalah terca&amp;shy;painya swasembada pangan dua dekade silam. Dari negeri pengimpor beras terbesar di dunia pada awal 1970an, Indonesia menjadi negeri yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri pada perte&amp;shy;ngahan1980an.&lt;br /&gt;Pada akhir 1960an, Paul Ehrlich, lewat bukunya yang terkenal, The Population Bomb (1968), meramalkan bahwa bencana Malthussian akan meledak lagi di dunia ketiga, termasuk di Indonesia, karena penduduk yang meningkat pesat tanpa diiringi peningkatan produksi pertanian yang memadai. Menurutnya, sebagaimana yang telah terjadi berkali-kali dalam sejarah, jutaan penduduk akan terkapar.&lt;br /&gt;Di Indonesia, sebagian dari ramalan tersebut memang terjadi. Jumlah penduduk meningkat relatif pesat, dari 100 juta jiwa di akhir 1960an menjadi sekitar 150 juta jiwa pada pertengahan 1980an. Namun bencana Malthussian tidak terjadi. Malah sebaliknya, kesejah&amp;shy;teraan petani justru meningkat dan produktifitas pertanian kita bertambah berlipat kali, dari 12.2 juta ton beras pada 1969 menjadi 25 juta ton beras pada 1984.&lt;br /&gt;Peningkatan produktifitas itulah yang menjadi kunci bagi tercapai&amp;shy;nya swasembada pangan. Ia adalah sebuah cerita sukses revolusi hijau, yang menjadi instrumen penting dalam memerangi kelaparan, menu&amp;shy;runkan tingkat kemiskinan, dan memenuhi kebutuhan kalori jutaan rakyat. Prestasi yang membanggakan ini tidak luput dari perhatian dunia, seperti dengan diberikannya penghargaan kepada pemerintah Indonesia oleh sebuah lembaga yang bernaung di bawah PBB, yaitu FAO (Food and Agriculture Organization), pada Juli 1986.&lt;br /&gt;Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi (BB Padi) adalah lembaga penelitian dan penerapan teknologi yang terdepan dan menjadi tulang punggung pencapaian swasembada pangan tersebut. Dengan dedikasi, kreatifitas dan semangat pengabdian yang tinggi, ilmu&amp;shy;wan, peneliti dan insinyur-insinyur di lembaga yang bernaung di Departe&amp;shy;men Pertanian ini menemukan dan mengembangkan berbagai varietas padi unggul yang tahan hama, responsif terhadap aplikasi pupuk modern, dengan bulir-bulir padi yang lebih banyak dan lebih gemuk, serta dengan rasa yang lebih enak. Metode dan teknik baru yang mereka gunakan diinspirasikan oleh Norman Borlaug, pemenang Nobel Perdamaian 1970 serta peletak dasar revolusi hijau yang berhasil mengem&amp;shy;bangkan varietas unggul baru tanaman gandum di Sonora, Mexico, setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua.&lt;br /&gt;Sejak awal 1970an, bekerja sama dengan International Rice Re&amp;shy;search Institute (IRRI) yang berpusat di Los Banos, Filipina, BB Padi mulai menyebarkan varietas baru yang digunakan secara luas oleh para petani, seperti IR 36 dan Cisadane. Jika varie&amp;shy;tas-varietas sebelumnya hanya menghasilkan 1-2 ton/Ha, kedua varietas unggulan ini mampu menghasilkan sekitar 3-4 ton/Ha. Peningkatan inilah, yang diiringi dengan keberhasilan lainnya dalam distribusi pupuk, mekanisasi, perluasan irigasi dan penyediaan kredit ke petani, yang menjadi kunci sukses dibalik pencapaian swasembada pangan di pertengahan 1980an.&lt;br /&gt;Setelah era swasembada pangan, BB Padi masih terus memperke&amp;shy;nalkan varietas baru yang lebih baik. Di antaranya adalah IR 64 dan Ciherang. Kedua varietas ini mampu menghasilkan 5-8 ton gabah/Ha, dengan daya tahan yang lebih tinggi terhadap hama. Dan varietas inilah yang paling populer di kalangan petani kita hingga kini.&lt;br /&gt;Bukan hal yang mudah untuk memuliakan dan menemukan sebuah varietas unggulan baru. Terkadang dibutuhkan waktu yang lama, paling cepat sekitar 7 tahun, untuk melakukannya—sebuah peker&amp;shy;jaan yang membutuhkan ketelitian, ketekunan, keahlian dan dedikasi yang tinggi. Belum lagi jika semua itu harus dilakukan dengan dana yang terbatas, di ruang penelitian yang jauh dari perhatian khala&amp;shy;yak ramai.&lt;br /&gt;Di masa depan, tantangan yang kita hadapi tidak akan menjadi lebih ringan. Penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai jumlah 300 juta jiwa sekitar tahun 2040-2050. Bukanlah hal yang mudah untuk mencukupi kebutuhan pangan penduduk sebanyak itu, apalagi saat ini luas areal sawah semakin menciut dan proporsi jumlah penduduk yang bekerja sebagai petani terus menurun.&lt;br /&gt;Dua dekade yang lalu, keberhasilan BB Padi membuktikan bahwa aplikasi ilmu pengetahuan modern yang tepat dapat membantu meng&amp;shy;atasi persoalan-persoalan besar yang kita hadapi. Ia juga membuktikan bahwa dengan kreatifitas dan dedikasi yang tinggi, kita dapat meng&amp;shy;hadapi tantangan seberat apapun. Hal ini seharusnya menjadi inspirasi bagi kita semua: hanya dengan cara dan dedikasi seperti itulah Indo&amp;shy;nesia dapat melangkah ke masa depan yang lebih baik.&lt;br /&gt;Atas alasan-alasan tersebut, Penghargaan Achmad Bakrie di bidang Teknologi diberikan kepada BB Padi. •&lt;br /&gt;Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) berlokasi di Sukamandi, Subang, Jawa Barat, sekitar 26 km di timur Cikampek. Lembaga ini berada di bawah Departemen Pertanian dan dipimpin oleh seorang Kepala Badan, dengan total pegawai saat ini berjumlah 339 orang, 19 diantaranya dengan tingkat pendidikan S3 (doktor), 28 S2, dan 49 S1. Dengan lahan percobaan seluas 300 Ha, BB Padi memi&amp;shy;liki fasilitas penelitian dan pemuliaan tanaman padi konvensional yang terlengkap di Indonesia. Sejarah lembaga ini berawal pada tahun 1972, saat pemerintah mem&amp;shy;bentuk sebuah lembaga penelitian pertanian, LP3 (Lembaga Pusat Penelitian Pertanian) Cabang Sukamandi. Sebenarnya, inisiatif pen&amp;shy;dirian lembaga semacam ini sudah muncul jauh hari sebelumnya, di zaman pemerintahan Bung Karno. Pada awal 1960an, Ford Foun&amp;shy;dation dan Rockefeller Foundatian—dua lembaga donor swasta terbesar di Amerika Serikat—mengusulkan agar IRRI (International Rice Research Institution) didirikan di Indonesia, persis di kawasan yang sekarang menjadi tempat BB Padi. Kedua institusi inilah yang mendanai dan mendukung penelitian dan lembaga Norman Borlaug di Sonora, Mexico, yang kemudian sukses mengawali era revolusi hijau. Ahli-ahli pertanian yang tergabung dalam Ford dan Rockefeller Foun&amp;shy;dation berpikir bahwa Asia juga memerlukan sebuah lembaga sema&amp;shy;cam itu, dan memilih Indonesia sebagai tempat untuk memulainya.&lt;br /&gt;Sayangnya, waktu itu Bung Karno sedang menggelorakan semangat anti-asing, khususnya anti-Barat. Ford dan Rockefeller Foundation kemudian memilih Filipina, dan mendirikan IRRI di Los Banos. Lembaga penelitian inilah yang kemudian merintis penemuan varietas-varietas padi baru yang kemudian diadopsi di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;Keberhasilan IRRI kemudian memberikan inspirasi bagi Indonesia, setelah berlalunya era Bung Karno, dengan mengembangkan lembaga penelitian dan metode pengembangan varietas sebagaimana yang telah dicoba di Sonora, Mexico, dan Los Banos, Filipina.&lt;br /&gt;Hal itulah yang menjadi latar belakang berdirinya LP3 Cabang Sukamandi. Dibutuhkan sekitar 8 tahun untuk membangun dan meleng&amp;shy;kapi semua kebutuhan fisik (kantor, laboratorium, lahan per&amp;shy;cobaan) dan organisasional (staf) sebelum akhirnya lembaga ini dires&amp;shy;mi&amp;shy;kan oleh Presiden Suharto, 10 Agustus 1980.&lt;br /&gt;Dengan peresmian ini, LP3 berganti nama menjadi Balittan Sukamandi (Balai Penelitian Tanaman Pangan Sukamandi). Pada tahun 1994 nama ini berubah lagi menjadi Balai Penelitian Tanaman Padi (Balitpa), seiring dengan perubahan fungsi lembaga ini yang hanya mengkhususkan diri pada penelitian tanaman padi, bukan lagi tanaman pangan secara keseluruhan. Pada 1 Maret 2006, lembaga ini berubah lagi menjadi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, atau lebih dikenal dengan sebutan pendek BB Padi. Perubahan dari Balai Penelitian ke Balai Besar Penelitian berdampak pada kenaikan status lembaga ini, dari eselon IIIa menjadi IIa, dengan wewenang dan posisi yang lebih kuat. •&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-4212954801885869020?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/4212954801885869020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=4212954801885869020' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/4212954801885869020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/4212954801885869020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2007/11/penghargaan-achmad-bakrie.html' title='PENGHARGAAN ACHMAD BAKRIE'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7852791646311469948.post-7465627206498905035</id><published>2007-11-26T12:44:00.000-08:00</published><updated>2007-11-26T12:47:33.402-08:00</updated><title type='text'>Merauke Berharap pada Padi SRI Organik</title><content type='html'>MERAUKE, KCM - Mulai tahun ini para petani di Merauke akan mencoba menanam jenis padi organik. Pemerintah Kabupaten Merauke berharap dapat meningkatkan produktivitas lahan dari hasil pertanian.&lt;br /&gt;Bupati Merauke Johanes Gluba Gebze mengatakan jenis padi yang ditanam petani di Merauke sekarang sudah terlalu tua dan hanya dapat dipanen setahun sekali. "Mungkin sudah turunan ke 200," katanya sambil bercanda usai melakukan gerakan penghijauan dan penanaman pertama padi organik di Merauke, Senin (26/11). &lt;br /&gt;Selain untuk peremajaan bibit, padi organik diharapkan dapat menghasilkan produksi lebih tinggi seperti yang sudah dipraktikkan di berbagai daerah. Saat ini, satu hektar lahan di Merauke hanya menghasilkan 4 hingga 5 ton gabah kering setiap tahun. &lt;br /&gt;Bekerja sama dengan Medco Foundation, Pemkab Merauke memperkenalkan metode budidaya tanaman padi yang disebut System of Rice Intensification (SRI) Organik. Metode yang dikembangkan Yayasan Aliksa dan Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) dapat menghasilkan antara 8-12 ton gabah kering panen setiap tahun.&lt;br /&gt;SRI Organik sudah dicoba sekira 10.000 petani di 13 provinsi di jawa, bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Total luas lahan yang telah ditanam mencapai 6.000 hektar.&lt;br /&gt;Potensi budidaya padi SRI Organik di Jawa tidak terlalu besar karena luas lahan sudah tidak sebanding dengan jumlah penggarap. Sebaliknya di Merauke potensinya masih sangat besar," ujar Chairman Medco Foundation Arifin Panigoro. Dari 1,9 juta hektar lahan kosong baru 23.000 yang dimanfaatkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7852791646311469948-7465627206498905035?l=putuwardana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuwardana.blogspot.com/feeds/7465627206498905035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7852791646311469948&amp;postID=7465627206498905035' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/7465627206498905035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7852791646311469948/posts/default/7465627206498905035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuwardana.blogspot.com/2007/11/merauke-berharap-pada-padi-sri-organik.html' title='Merauke Berharap pada Padi SRI Organik'/><author><name>I Putu Wardana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05514551263997172919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
